<bgsound loop='infinite' src='music.mp3'></bgsound> Damaris Fajar: diam, mendengar, dan kritis

Wednesday, 22 May 2013

diam, mendengar, dan kritis

Aku benci ketika ada seseorang yang tidak benar-benar kenal kamu seutuhnya menganggap kalau dia itu lebih mengenal kamu lebih dari kamu mengenal dirimu sendiri. Sok tau memang. Tapi ya mau gimana lagi. Semua orang punya hak untuk menyampaikan pendapat. Mau membantah, tapi kita tidak tau apa yang orang lain lihat dari kita. Mau meng-iya-kan, kok ya belum tentu benar. Terus, apa yang harus dilakukan?

Diam.

Sebuah solusi. Bukan membenarkan, tapi hanya menyarankan. Dengan diam, banyak mendengar, banyak menerima informasi yang beragam jenisnya. Diam itu emas, tapi diam yang aktif. Karena dalam diam, kita juga harus bisa berfikir kritis tentang apa yang kita dengarkan. Jangan sekali-kali mengeluarkan pendapat tanpa ada sumber yang belum diketahui kebenaran dan kejelasannya. Semakin lama kamu diam, banyak mendengar, dan berfikir kritis; semakin kamu tau apa yang dunia katakan tentang kamu.

Sudah, gitu aja.

No comments:

Post a Comment