<bgsound loop='infinite' src='music.mp3'></bgsound> Damaris Fajar: June 2012

Friday, 22 June 2012

Kado part #1

Aku baru sadar kalo ternyata punya teman-teman yang uniknya minta ampun!! Gimana ga unik? hari ini, siang ini tepatnya, salah seorang temenku cowok, sebut saja namanya 'vit', bingungnya minta ampun. Alasannya sepele juga sih, cuma bingung nyiapin kado buat cewek yang disukainya. hahahha.. lucu juga sih kalo ngeliat temen sendiri bingung, panik, bahkan sampai kayak gitu. Aneh ngeliatnya. Yah, aku dengan senang hati bakal bantuin dia sih. Sebenernya kadonya udah dia beli sejak jaman bahula gitu deh. Persiapan katanya. Nah, yang hari ini dia lakuin itu dari bingung mau dibungkus kayak gimana, pilih pita buat bungkusnya, daaaaann bikin ucapan selamat ultah gitu apa puisi gitu deeeh.. (sok romantis wanna be!!)
Kita tunggu aja cerita setelah dia kasih kado sama cewek itu,.

Aku penasaran banget gimana reaksi cewek itu!!! wkwkkwkwkk...
Tapi, aku salut banget sama temanku satu ini!! Maju terus pantang mundur bro!! Keep fighting and never give up!! :D

Thursday, 21 June 2012

harapan pasti ada

suatu ketika di penghujung senja
mentari terlelap terbuai lena
rembulan tersipu memancarkan sinarnya
malampun tiba dengan anggunnya

aku masih di sini terdiam sepi
bagai arus air yang tak mengalir
terbuai sinar redup mentari
rembulan nan semu menari

sayup nan pasti akan langkah yang tak abadi
melaju, melangkahkan semua harapan diri
memahatkan rintihan suara hati
di malam sunyi nan sepi

hari esok pasti kan datang
menjemput di tengah impian
harapan pasti masih ada
teruntai doa dalam kata

Friday, 8 June 2012

menanti senja


Kala itu di penghujung siang, Soda, seekor kunang kunang menanti senja yang tak kunjung datang. Muncul pertanyaan di mana dia harus tetap menunggu atau terlelap di tidur siangnya. Menanti untuknya adalah hal yang sudah tidak biasa lagi. Mungkin sudah menjadi kebiasaannya, habit. Menanti yang tak kunjung datang pula adalah suatu hal yang tidak baru buat dia. Bersabar itu mungkin, tapi sampai kapan?

Soda juga perlu istirahat dari perjalanan yang sudah dia lalui. Perjalanan yang panjang, yang cukup membuat dia terlelap di siang hari. Sayap sayapnya letih, tak kuasa lagi untuk merentang dan membawanya pergi, terbang menjauh dari tempat dia berasal. Tak perlu tahu bagaimana dia bisa sampai di padang ilalang ini. Angin, langit dan sang fajar membimbingnya hingga sampai ke savanna ini. Savanna yang luas untuk kunang kunang sekecil dia. Dia sadar akan batas dari kemampuan yang dimilikinya. Soda juga mengerti kekurangan dan kelebihan yang dia punya. Tapi apa guna itu semua kalau dia sekarang menjadi seorang diri di padang savanna ini?

Mentari masih menjulang tinggi si angkasa. Sinarnya yang terik seakan menakuti makhuk makhluk malam, menjadikan mereka bersembunyi di padang yang luas ini. Mungkin Soda tidak sendirian. Mungkin masih banyak kunang kunang yang lain yang bersembunyi di padang savanna ini. Hanya saja sinar mentari menyembunyikan mereka. Yang hanya bisa dia lakukan saat ini hanyalah menanti senja. Membiarkan sang mentari tertidur untuk digantikan sang bulan. Mungkin itulah saat yang tepat untuk keluar dari persembunyian ini. Tapi sampai kapan? Sinar mentari yang terik ini membuat savanna ini bagai di gurun untuk makhluk sekecil Soda.

Terlelap di siang ini dengan belaian lembut sang angin padang dan melewatkan senja datang mungkin pilihan yang tepat untuk saat ini. Tapi jika senja itu datang dan teman teman Soda yang lain keluar dari persembunyiannya di saat dia terlelap, mungkin pilihan yang kurang tepat. Sulit memang, tapi memang tetap harus menanti.

Sembari menikmati belaian lembut sang angin dan sisa sisa embun fajar, Soda melewati siang itu dengan harapan yang besar. Menanti senja dan menyambut sinar bulan yang terang oleh mentari. Hanya itu yang dipikirkannya.

Belaian angin sore menyapa lembut di ujung sayap sayap yang letih. Senjapun datang dengan senyummya yang indah. Langit kuning keemasan ikut menyambut harapan Soda. Dengan gagahnya, dia merentangkan sayapnya, meliukkkan tubuhnya yang letih dan bersiap untuk terbang di bawah sinar sang bulan. Untuk sesaat dia merasa ragu, tapi setelah disambut oleh senja dan sinar bulan, diapun merasa yakin, perjalanan ini tak akan terasa berat.

Sayappun mulai terkembang, namun sayup sayup terdengar nyanyian burung kecil yang merdu menyadarkannya.

Soda, dalam keheningan fajar terbangun dari tidurnya. Tertegun sesaat, dia mengerti akan angan dan mimpinya itu. Ya, dia hanya perlu menanti senja jika itu yang dia butuhkan untuk meneruskan perjalanan yang penuh uji ini.

Monday, 4 June 2012

coincidence

sejak saat itu
semua seakan berubah, entah berubah ke arah yang jadi baik atau sebaliknya.
hanya perasaanku saja apa memang itu sebuah kebetulan yang tidak menyadarkanku?
memang benar terjadi apa hanya bayanganku?

sejak saat itu
the time seems go away
leave me alone here
and the awkward moment appears
and all become so different.
maybe it's just my feeling
let it flow.. :)

kebetulan apa memang sudah rancangan Tuhan, aku tau Dia bakal memberi yang terbaik..
jika memang itu bukan yang terbaik, ya mungkin memang belum saatnya..
kalaupun belum saatnya, marilah menunggu saat yang tepat..

saat ini, di sini, kebetulan apa memang sudah jalannya,.
aku dalam diamku memikirkanmu, sendiri dalam keramaian ini..

Friday, 1 June 2012

mimpikah??

hari ini bakalan ga akan aku lupain!! nongkrong di gedung depan fakultas, trus wifi-an.. seperti biasa sih, tapi yang paling aku ingat, pas cek inbox email, ada email masuk dari "mami" (dosen pembimbing).. seneng banget rasanya pas liat email itu.. eh eh eh.. pas tak buka.. ternyata pemberitahuan ganti supervisor!! pas aku baca email itu, rasanya bagai ditampar pake sandal kayu, jatoh dari tangga, udah gitu ketimpa tanggaya!! huwaaaaa.... >.<

gimana ini?? padahal aku belum siap ganti supervisor.. mamiii...  T_T

let it flow and let it be aja deh.. que sera sera.. pokoknya yang penting aku harus do my best!!