<bgsound loop='infinite' src='music.mp3'></bgsound> Damaris Fajar: January 2013

Monday, 28 January 2013

kamu, kewajibanku!

Malam, sunyi namun tidak senyap. Masih bisa terdengar suara motor yang lalu-lalang, percakapan para tetangga yang sedang bercengkerama, dan suara kertas yang dibolak-balik. 
Malam ini tidak hujan, namun hawa dingin menyebar luas, menyelimuti seluruh kota di bawah kaki gunung Merbabu ini. 
Malam ini masih sama dengan malam-malam yang lain. Hanya saja ada sedikit yang berbeda. Kamu. 

Maaf, aku masih belum bisa melihat kamu barang sejenak.
Bayanganmu selalu mengusik pikiranku, namun aku masih belum sanggup untuk melihatmu kembali.
Waktu memang berjalan sangat cepat. Ada kewajiban yang mengharuskanku untuk melihatmu kembali.
Kewajiban itulah yang menuntunku untuk bisa menerimamu dengan kuat dan tenang. 

Tidak cukup banyak waktu yang tersisa untuk menjauhimu.
Waktuku denganmu mungkin tidak banyak, namun aku akan menggunakan waktu itu untuk melanjutkan ikatan yang sudah kubuat dulu.
Inilah tanggung jawabku. Dan karenamulah, kemungkinan terbesar setelah menyelesaikan kewajibanku denganmu adalah memiliki kebebasan seutuhnya. Kebebasan yang belum pernah aku miliki seumur hidupku. Aku sangat ingin memiliki kebebasan itu secepatnya. Aku yakin, aku bisa melakukannya. 

Kamu, kewajibanku.
Kamu ada karena aku ada.

Monday, 14 January 2013

6 Months to the Freedom #1

January

Belum berbenah dengan semua yang sudah ada dan harus dibenahi secepatnya. Namun dia masih saja tetap menunggu waktu yang tepat untuk memulai kembali. Ya, memulai kembali semua hal yang memang sudah harus secepatnya dibenahi. Apakah dia masih mampu untuk memulai kembali? Saya yakin dia pasti bisa, walaupun masih dengan langkah yang gontai. Senyumnyapun terlihat sangat dipaksakan jika menjawab semua hal yang harus segera dia mulai.

Masih bertahan di tempat yang nyaman, namun harus berani keluar dari zona nyaman itu. Sulit, keras, dan penuh keberanian. Salah bukanlah hal yang tabu, namun itu akan menjadi hal yang patut untuk dipelajari. Dari kesalahan itu nanti, dia bisa membuat hal-hal yang seorangpun tidak bisa membayangkannya.

Saya masih melihat dia, terkurung dalam zona nyamannya. Masih menunggu untuk melihat dia keluar dari zona nyaman itu. Kita lihat saja bagaimana dia bisa bertahan dan mampu untuk bangkit dari zona nyaman dan dari kejamnya dunia yang dia belum pernah rasakan.

Berdoalah dan berusahalah kawan, karena kedua hal tersebutlah yang bisa membuatmu untuk berhasil menjadi pribadi yang tak pernah terlupakan. 


Sitting alone in the cold of the night
You're trying to find what you need to survive
You're so afraid
You can't go on

Left in the silence that tears at your heart
They only remind you how broken you are
You've lost your way
But hope is not gone

'Cause the sun always sets
The moon always falls
It feels like the end
Just pay no mind at all
Keep rolling, rolling
Life must go on
(ALterbridge - Life Must Go On)

Friday, 11 January 2013

Tak tentu dan tak berbentuk

Sejenak bernafas dalam diam. Mencari arti yang masih tak kunjung dimengerti apa adanya. Seolah menatap bahwasanya baik. Hendak pergi mengitari angkasa yang luas ini. 

Angin ini benar-benar dahsyat. Mampu memindahkan beban yang sungguh sangat berat. Pohon-pohonpun tak sampai hati untuk tidak terhanyut dalam bujuk rayunya. Ya, anginmu sangatlah kuat. Tapi, bagaimana mungkin kamu yang menjadi angin bisa berlabuh di tempat yang kau suka tanpa mengobrak-abrik semuanya? Pertanyaan yang tidak perlu kamu jawab, karena semua pasti akan tahu jawabannya. Semua yang ada di sekelilingmu tahu benar siapa kamu itu. 

Kuat dan tak bisa untuk dipengaruhi. Keras walau kadang hatimu yang sedingin es itu sungguh bisa mencair. Persuasive, sungguh benar sekali karena dengan adanya kamu pasti sekelilingmu akan berubah. Kamu adalah angin air. Tak berbentuk namun dapat mengisi dan dirasakan. Kamu adalah angin darat, yang mengatarkan para nelayan untuk mencari ikan di malam hari. Kamu jugalah sebagai angin laut yang menghantarkan mereka pulang ke rumah yang mereka rindukan selama di lautan luas. 

Tapi mengapa kamu masih menjadi angin yang tak tentu arah dan tujuan? Mungkin kamu bisa mempunyai tujuan, ke tempat di mana kamu ingin kunjungi. Akan tetapi, Sang Penguasa masih belum bisa mengijinkanmu untuk pergi ke tempat pelabuhanmu. Temanmu hanyalah badai dan hujan yang selalu menemanimu ke manapun kamu pergi. 

Bosan, kamu mendapati semua yang ada selalu saja sama. Keinginanmu untuk menjadi angin yang bukan sekedar angin, yang bisa menjadi anginmu sendiri. Yang bisa menghantarkanmu ke manapun kamu suka, tanpa menyebabkan keporak-porandaan. Angin yang indah, sepoi-sepoi yang memabukkan. Angin yang hangat, menghangatkan hati yang dingin. 

Tatapan yang kosong, masih mencari arti. Dalam diam, masih menyelami. Berputar-putar tak tentu arah, namun banyak tujuan. Indah, karena dirasa kamu itu indah. Masih tak tentu dan tak berbentuk.

Monday, 7 January 2013

seeing feeling

the fresh of the fresh
the cold of the cold
the sweet of the sweet
the bitter of the bitter

run, walk, and run again
through the water we gain
jump, crawl, and jump over
memories will not cover

stop by a side walk
heart beat fall down
the moon, the stars, and the sun
will never ever talk