Malam ini tidak hujan, namun hawa dingin menyebar luas, menyelimuti seluruh kota di bawah kaki gunung Merbabu ini.
Malam ini masih sama dengan malam-malam yang lain. Hanya saja ada sedikit yang berbeda. Kamu.
Maaf, aku masih belum bisa melihat kamu barang sejenak.
Bayanganmu selalu mengusik pikiranku, namun aku masih belum sanggup untuk melihatmu kembali.
Waktu memang berjalan sangat cepat. Ada kewajiban yang mengharuskanku untuk melihatmu kembali.
Kewajiban itulah yang menuntunku untuk bisa menerimamu dengan kuat dan tenang.
Tidak cukup banyak waktu yang tersisa untuk menjauhimu.
Waktuku denganmu mungkin tidak banyak, namun aku akan menggunakan waktu itu untuk melanjutkan ikatan yang sudah kubuat dulu.
Inilah tanggung jawabku. Dan karenamulah, kemungkinan terbesar setelah menyelesaikan kewajibanku denganmu adalah memiliki kebebasan seutuhnya. Kebebasan yang belum pernah aku miliki seumur hidupku. Aku sangat ingin memiliki kebebasan itu secepatnya. Aku yakin, aku bisa melakukannya.
Kamu, kewajibanku.
Kamu ada karena aku ada.
