Angin ini benar-benar dahsyat. Mampu memindahkan beban yang sungguh sangat berat. Pohon-pohonpun tak sampai hati untuk tidak terhanyut dalam bujuk rayunya. Ya, anginmu sangatlah kuat. Tapi, bagaimana mungkin kamu yang menjadi angin bisa berlabuh di tempat yang kau suka tanpa mengobrak-abrik semuanya? Pertanyaan yang tidak perlu kamu jawab, karena semua pasti akan tahu jawabannya. Semua yang ada di sekelilingmu tahu benar siapa kamu itu.
Kuat dan tak bisa untuk dipengaruhi. Keras walau kadang hatimu yang sedingin es itu sungguh bisa mencair. Persuasive, sungguh benar sekali karena dengan adanya kamu pasti sekelilingmu akan berubah. Kamu adalah angin air. Tak berbentuk namun dapat mengisi dan dirasakan. Kamu adalah angin darat, yang mengatarkan para nelayan untuk mencari ikan di malam hari. Kamu jugalah sebagai angin laut yang menghantarkan mereka pulang ke rumah yang mereka rindukan selama di lautan luas.
Tapi mengapa kamu masih menjadi angin yang tak tentu arah dan tujuan? Mungkin kamu bisa mempunyai tujuan, ke tempat di mana kamu ingin kunjungi. Akan tetapi, Sang Penguasa masih belum bisa mengijinkanmu untuk pergi ke tempat pelabuhanmu. Temanmu hanyalah badai dan hujan yang selalu menemanimu ke manapun kamu pergi.
Bosan, kamu mendapati semua yang ada selalu saja sama. Keinginanmu untuk menjadi angin yang bukan sekedar angin, yang bisa menjadi anginmu sendiri. Yang bisa menghantarkanmu ke manapun kamu suka, tanpa menyebabkan keporak-porandaan. Angin yang indah, sepoi-sepoi yang memabukkan. Angin yang hangat, menghangatkan hati yang dingin.
Tatapan yang kosong, masih mencari arti. Dalam diam, masih menyelami. Berputar-putar tak tentu arah, namun banyak tujuan. Indah, karena dirasa kamu itu indah. Masih tak tentu dan tak berbentuk.
No comments:
Post a Comment