<bgsound loop='infinite' src='music.mp3'></bgsound> Damaris Fajar: November 2012

Sunday, 25 November 2012

Senja ini sangat elok, karena ada mendung yang menghiasinya. Kuhirup wangi hujan yang membasahi tanah siang tadi, masih segar. Layar laptop masih menunjukkan sampai di mana penjelajahanku di dunia maya. Terlihat sesosok anggun yang mendamaikan, terkenang banyak masa lalu yang ada. Sosok kakak yang selalu kuidamkan.
Hah, apa pula aku ini? Dia sudah memulai hidupnya yang baru, bukan meninggalkan hidupnya yang lama. Hanya saja mungkin akan sangat sulit dengan tanggung jawabnya yang sanagat besar sekarang ini. Aku coba untuk mengerti, tapi rasa ini tetap saja tak ingin pergi. 
Terkadang sepi merujuk di sela2  kamar yang gempita dengan musik. Terkadang rindu menggapai ingin diakui. Entah kapan lagi kita bisa bernostalgia lagi. Mungkin hanya waktu dan kesempatan2 yang mungkin bisa kita cari di tengah tanggungjawabmu itu. 
Aku mencoba untuk mengalihkan perhatianku darimu. File2 yang harus segera kuselesaikan akhir tahun ini. Surat2 yang harus segera kubuat dan kukirim minggu depan. Mungkin dengan ini semua, aku bisa melupakanmu walau hanya untuk sesaat.
Aku hanya berharap, sebelum tahun berganti, aku bisa bertemu denganmu lagi. Banyak sekali yang ingin aku ceritakan kak. Dan kamu pasti juga punya banyak cerita2 baru yang menarik. Banyak, dan mungkin sekotak tissue tidak akan cukup menemani kita. 

Kak Lit, aku kangen kamu. Baik2 di sana ya, jagain calon ponakanku. :)

Saturday, 24 November 2012

rainy day in the evening
no thunder, no shelter
with my ginger beer I got better
no sugar, no worrying

gaze of the drizzle
dance like there is nothing to worry about
I always want like them
to be free that you can drop anywhere you want
give life to the earth
sounds bullshit, but meaningfully

still with my ginger beer
I wonder
that my life will be free

Friday, 23 November 2012

Kursi itu tak bernyawa, namun dia punya hati, sebentuk jiwa. Dia teronggok begitu saja di ujung halaman yang luas. Dulu dia pernah punya cerita, dulu sekali. Tapi apa sekarang cerita itu masih berlanjut? 
Dia tertunduk sendiri, mengingat semua yang sudah dia alami. Dia pernah disayang, diduduki, dibersihkan, dilempar, dibanting, diperbaiki, bahkan satu dari kakinya pernah diganti oleh sang pemiliknya. 
Dia juga punya teman, pernah, namun di mana mereka? Dia hanya terdiam, mereka yang terpaksa meninggalkan dia hanya karena dia berbeda. Mereka yang pergi, terbawa arus ramainya zaman yang tak kenal arti teman. Zaman yang menjadi semakin gila. Ya, mereka pergi begitu saja. Pergi dengan janji "mungkin kami akan kembali kawanku, berjagalah di sini, di suatu waktu kami akan mengunjungi engkau."
Mereka mungkin tidak tahu bahwa kepergian mereka membawa dampak yang sangat luar biasa di halaman yang luas itu. Mereka berpikir, "Ah, pasti dia akan menyusul kita. Tenang saja. Kalaupun tidak, pasti dia akan baik2 saja di sana."
Apakah itu benar? Tentu saja benar. Dia sekarang punya banyak teman baru. Angin dan bayangan pohon cemara besar yang menemaninya saat sang mentari dengan gagahnya memancarkan kekuatannya. Hangatnya kucing yang meringkuk lelap dari perburuannya di waktu purnama sepekan yang dingin. Dan lalang yang bernyanyi saat badai mengamuk. 
Dia masih saja tetap menunggu, setia namun pasti tak ada keraguan di dalam jiwanya yang sudah diamakan usia. Bukan berarti dia ingin meniggalkan kenangan yang ada bersama kepergian kawannya. Dia hanya memikirkan janji yang diucapkan kawannya itu. Dan diapun berjanji dalam hati, janji yang mungkin tak bisa untuk diingkari. 
Sesaat sang waktu mulai merujuknya untuk berpaling, namun dia tetap tak bergeming. Dia perpikir, berpikir dan berpikir. Dia bertanya pada angin, pohon cemara, kucing, dan para ilalang. Dia mendengar, menimbang dan memutuskan simpul akhir cerita dari kawan-kawannya yang pergi itu. 
Dan dia, setelah sekian lama menunggu, berpaling bersama sang waktu yang terus membimbingya hingga akhir dari perjalanan jiwanya.

Monday, 19 November 2012

Cara ampuh ngilangin penat di akhir semester

Nah, akhir semester kayak gini itu biasanya para dosen yang baik hati dan tidak sombong itu lagi baik2nya kasih tugas yang hmmm.. (ga tega nulisnya) (maaf) ya pokoknya banyak banget lah. Belum lagi nih ya, skripsweet yang melambai-lambai minta nge-date tiap malam. huehuehuehue... Bayanginnya aja udah eneg gitu, apalagi bertatapan muka langsung!! (OH, NOOO!!)

So, here I have tricks buat ngilangin kepenatan kita dalam menjalani lika liku kehidupan mahasiswa di semester akhir.
Gini nih sodara sodari, perhatikan dengan seksama yaa.. (gak usah pake melotot)

1. Kita kan udah tau nih ya bakalan ada banjir tugas di akhir semester. Kalo kalian ga mau kena banjir tugas, mending kalo ada tugas itu langsung dikerjakan. Jangan sampai menundanya!!

2. Kalo kalian beruntung, kalian pasti punya dong kenalan2 yang udah pernah ambil mata kuliah yang kalian ambil di semester ini. Beruntunglah kalian!!! Bisa dong sepik sepik sama temen kalian itu buat minta tugas2nya mereka. #uhuk (yang ini cuma rekomendasi aja, gak perlu ditiru)

3. Kalian udah punya tugas2 dari temen kalian itu nih ya, di sini tinggal keahlian kita dalam mem-paraphrase-kan dan menyimpulkan sumber2 yang ada. (lumayan buat belajar bikin skripweet) #apaaah??!

4. Nah, yang terakhir ini yang paling penting. Jangan pernah menganggap semua tugas kalian itu adalah tugas yang gampang dan sulit. Pokoknya, jalani dulu aja deh. Yang penting kita mau berusaha. Jangan gampang nyerah sama keadaan.

Jadi begitu deh teman2. Pokoknya, kalo kalian udah dapet tugas nih langsung aja tancep gas buat dikerjain! 

Sunday, 18 November 2012

Nyindir?

Biasanya sih ya, orang yang suka nyindir2 orang lain itu kadang pengen hidupnya diperhatiin. Biasanya lho ya. Apa kalian juga kenal orang yang kayak gitu? #uhuk
Bukannya gimana, tapi kasian juga ya orang yang suka nyindir2 gitu. Kasian, hidupnya dipake buat hal yang gak penting. Padahal kalo mereka mau, mereka juga bisa lho gak usah nyindir orang. 
Nah, daripada nyindir2 gak jelas gitu, kalo ada masalah sama orang yang disindir mending langsung diomongin aja. Ciyuss deh. #hoeek
Ngomong sama orangnya langsung itu lebih mendingan daripada orang itu tau dari orang lain (beneran lho ini). Coba aja kalo temen kamu yang kamu sindir2 itu gak nyadar dan baru tau kalo kamu nyindir dia, pasti dia mikir gini "Kok gak ngomong langsung aja ya? Emangnya aku sebegitu menakutkannya buat dia sampai nyindir2 gitu?" (apa iya sih ngomongya bakal gini)
Hah, sudahlah.. Pokoknya intinyaa adalah, nyindir orang itu gak baek! Kalo ada yang mau diomongin, mending langsung diomongin aja, gak perlu ditunda-tunda.. 
Sudah, gitu aja deh.