<bgsound loop='infinite' src='music.mp3'></bgsound> Damaris Fajar: Kopi

Wednesday, 8 August 2012

Kopi

Secangkir kopi klothok panas mengepul dari cangkirku. Wangi harumnya tertiup angin malam. Rasa penasaran ingin mencicipi memang besar, entah manis ataupun pahit aku harus merasakannya.
Seteguk pertama kurasakan pahit yang amat sangat. Aku terdiam sejenak, menikmati rasa pahit kopiku. Sesaat aku teringat kembali rasa pahit yang pernah singgah.
Aku tak mau lama-lama merasakan pahit kopi ini. Tegukan pertama memang pahit, namun setelah tegukan kedua, ketiga dan seterusnya, aku merasakan rasa manis. Manis yang bersemu pahit. 
Aku berkata dalam hati, rasa pahit itu tidak akan selamanya menjadi pahit. Mungkin akan ada manis yang akan muncul dari kepahitan itu. Seperti kopi hitam yang kuminum, walaupun pahit pasti ada rasa manisnya. Tapi, janganlah pernah berhenti meminum kopi pahitmu. Cobalah untuk bersabar, menikmati teguk demi teguk. Rasa nikmat pahit itu akan berubah menjadi rasa manis yang juga sama nikmatnya. 
Demikian pula dengan hidup. Semua pasti ada pahit dan manis. Nikmatilah rada pahit itu, karena pasti akan ada rasa manis yang tersembunyi di dalamnya. Kita hanya perlu bersabar dan menjalani serta menikmatinya. Mengeluh adalah bukan cara yang tepat untuk menanggapi kehidupan yang pahit.

No comments:

Post a Comment